Tampilkan postingan dengan label Ustadz. Yusuf Mansur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ustadz. Yusuf Mansur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Desember 2014

[ Kado Ingat Mati ]

Sebelum belajar, yuk, kita berdoa dulu, Ta'ud,Bismillah,Shalawat,tasbih,istigfar Al-Fatiha....aamiin

bagian 1


                                                                         bagian 2


bagian 3


bagian 4


bagian 5



Alhamdulillah ;) mksh yaa, semoga Allah memberikan ilmu-Nya utk kita semua,aamiin. silahkan berdoa sesuai keinginan,cita-cita & hajatnya masing-masing.
Shalawat,tasbih,istigfar Al-Fatiha....aamiin

Rabu, 22 Oktober 2014

Nanya sama Allah

Rabu, 08 Oktober 2014

[ Nasihat untuk Para Pebisnis ]




Impian dari setiap pebisnis adalah agar usahanya bertambah pesat dan berkembang dari hari ke hari. Mereka melakukan banyak hal agar hal ini terjadi.

Emang, gimana sih caranya agar usaha terus maju? Gampang aja: jagain Allah. Iya. Jagain Allah, maka Allah akan menjaga usaha Saudara semua.



Terus gimana kiat-kiat selanjutnya? Tonton aja dah video ini: “Nasihat untuk Para Pebisnis”.
yusufmansur.com



***
IKUTILAH!

Coacing Camp Wisatahati Business School Batch IV:
“Semua Bisa Jadi Pengusaha”

Bersama Ustadz Yusuf Mansur dan Master Coach Lain
17–19 Oktober 2014
Hotel Siti, Tangerang

Investasi Training: Rp. 3.500.000

Info Pendaftaran:
SMS 085211933445
WA 085710563895
BBM 24EEAD1F
Posted in ArtikelTagged nasihat, pebisnis, Ustadz Yusuf Mansur, Yusuf Mansur

Rabu, 01 Oktober 2014

Rabu, 24 September 2014

[ Keutamaan Surah Al-Waqiah ] - Ustadz Yusuf Mansur

Bagaimana dengan Ust Yusuf Mansur dalam mengemukakan pendapatnya? Serta hikmah apa saja yang terkandung di dalam Al Waqiah itu sendiri? Selamat menyimak video Khasiat Surat Al Waaqiah 
oleh Ust. Yusuf Mansur. Yuk,simak :)
 jangan lupa bedoa dulu ya.. Bismillah, alhamdulillah, shalawat, tasbih, istigfar, al-fatiha. aamiin


Fadhilah Surah Al-Waaqi'ah
Asbabun Nuzul Surah Al Waaqi'ah
Al Waaqi'ah Surah Kekayaan?

Artikel :
sholat-dhuha.info

Selasa, 23 September 2014

Ustadz. Yusuf Mansur. [Mengapa kita begini, Mengapa kita begitu. - 10 Dosa Besar]



Sayyidul Istighfar & Jaminan Surga




Senin, 22 September 2014

Jadi Muslim Kudu Baik

[ Al-Qur'an Mengajarkan Quantum ] bagian 1


Jumat, 19 September 2014

Pertolongan Allah

Kamis, 18 September 2014

Penjelasan Shalat Dhuha Menurut Ustad Yusuf Mansur


Berikut ini tausiah Ustad Yusuf Mansur melalui twitter. Semoga membawa kebaikan untuk kita semua. Jika ada kebaikan, silakan disebarkan agar menjadi amal jariyah untuk kita, ilmu yang bermanfaat tidak akan pernah sirna dan Insya ALLAH menjadi tabungan kebaikan kita kelak.


Ada yang tahu tidak kalau shalat dhuha itu HUTANG kita ke ALLAH SWT? Hutang 2 rakaat sehari. Yang kalau tidak dibayar, maka numpuk. Loh Loh, kan sunnah? Betul, shalat dhuha memang sunnah. Tapi sunnah muakkadah. Sunnah yang teramat penting. Yang kalau ditinggal, ya ada juga “RESIKO”nya. Sunnah muakkadah kalau ditinggal dalam waktu yang lama, tidak dijalankan dalam waktu yang lama, sangat negatif ke kualitas kehidupan & rizki.


Begini ya, kenapa saya sebut sebagai Hutang. Dalam 1 hari, sejak awal pagi, sampai pagi lagi, kita itu sesungguhnya harus sedekah tanpa putus. Tiap sendi kita, dituntut sedekahnya. Harus bayar. Ya iya lah. Untuk oksigen tambahan aja, kita harus bayar. Mahal banget. Kalo anfal. Nah, apalagi oksigen yang kita hirup, GRATIS 24 jam. Ternyata tidak benar GRATIS. Harus bayar. Dituntut sedekahnya. Belum lagi mata, dan panca indera lainnya


Pokoknya harus bayar. Dan tidak bakalan kebayar. Siapa juga yang mampu bayar semua rizki & nikmat ALLAH SWT? Sistem pernafasan yg komplit, sistem pencernaan, sistem penglihatan, pendengaran, & semua tubuh kita adalah keajaiban-Nya. Ini semua ALLAH SWT adakan sedekah atasnya. Kitanya aja yg merasa GRATIS aja. Bebas-bebas saja. Tidak ada tanggung jawab, Tidak ada beban, Tidak ada kewajiban. Padahal tidak begitu.


Nyatanya tidak sedikit nikmat yang ALLAH SWT kurangi, bahkan ALLAH SWT cabut. Sebab di antaranya kitanya tidak atau kurang bersyukur. Terus persoalannya, kalau bayar, dari pagi sampe pagi, atas semua rizki yg ALLAH SWT kasih, harus bayar berapa? Tidak ada yang sanggup bayar. Dan ALLAH SWT maklum itu. Tidak bakalan ada yang bisa bayar atas semua rizki & nikmat-Nya. Karena itu ALLAH SWT cukupkan bayarannya dengan shalat dhuha. ALLAH SWT cukupkan kewajiban kita membayar kepada ALLAH SWT, dengan shalat dhuha 2 rakaat di pagi hari. Subhaanallaah, baik ya? Tukerannya Maha Ringan. Ya. Harusnya Maha Ringan. Tidak ada bandingannya shalat 2 rakaat dengan kewajiban bayar 1 hari rizki & nikmat ALLAH SWT.


Dan itu sekaligus memberi pemahaman kepada kita, betapa besarnya shalat dhuha itu. Nilainya sebanding dengan seluruh bayaran ALLAH SWT atas makhluk-Nya. Begitulah.Shalat Dhuha 2 rakaat, menjadi bayaran kita kepada ALLAH SWT. ALLAH SWTmencukupkan diri-Nya “dibayar” oleh kita, dengan tambahan shalat dhuha 2 rakaat di pagi hari. Luar biasa. Tentunya, itu kalau syarat minimal, dipenuhi & terpenuhi juga. Yakni soal shalat 5 waktunya. Tertib, bagus, tepat waktu, jamaah di masjid. Artinya, kalau shalat dhuhanya cakep, terus shalat fardhunya tidak cakep, ya tentu “bayaran” itu akan kurang juga. Dan akan ada yg diambil oleh ALLAH SWT.


Seorang pengusaha tekstil cerita, bahwa tabungan 3 tahun hilang sekejap. Mula-mula saya atas izin ALLAH SWT, tanya soal-soal ibadah yang wajib. Sahabat ini menjawab, yang wajib insya ALLAH dikerjakan. Meski bilang bolong & berantakan. Dari soal yang ibadah wajibnya berantakan, saya sudah ngasih sedikit catatan. Soalan kedua, setelah nanya yang ibadah wajibnya bagaimana, adalah bagaimana soal larangan ALLAH SWT? Apakah ada yang dilanggar? Beliau bilang tidak ada. Okeh, kalau tidak ada, mulailah masuk soalan ketiga. Soalan ibadah sunnah. Gimana dengan ibadah sunnah?


Beliau sedih, hidupnya sejak jadi pedagang, jauh, sepi, dari ibadah sunnah. Termasukshalat dhuha. Namun jika perdagangan jadi melalaikan kita dari ibadah yang wajib, juga yang sunnah, maka ini jadi masalah. Semestinya dagang jadi ibadah, karena melalaikan yang wajib & yang sunnah, maka tidak bisa lagi dagang disebut ibadah.


Ketika dia bilang, tidak lagi shalat dhuha, untuk jangka waktu panjang, saya jelaskan bahwa shalat dhuha itu hutang kita kepada ALLAH SWT. Setiap harinya hutangnya shalat 2 rakaat. Saya katakan kepada beliau, hutang itu kan ada kalanya ditagih harian, mingguan, bulanan, tahunan, & ada juga yang sekaligus diambilnya. Pengusaha ini mengerti. Dia meninggalkan shalat dhuha begitu lama. Shalat Dhuha itu berarti rizki. Maka rizki itulah yang kini diambil kembali.


Logika kebalikannya adalah, bila ingin kembali rizki, kembali saja melakukan shalat dhuh, 3 th dia nabung, tabungannya “ditarik” lagi. Jangan lupa baca Surah Al Mulk dulu sebelum tidur. Kalau mau dikalikan 100x lipat pahala surah Al Mulk, bahwa dalam shalat sunnah. Baca di dalam shalat. Makanya, hafalin surah Al Mulk, biar bisa baca dalam shalat sunnah. Supaya pahalanya dikali 100. Oke, sekian dulu tausiahnya, semoga bermanfaat.

Setiap Malam Bersama Surah AL-Mulk




Assalamualaikum, wr. wb.
   
     Mengenai Amalan yang perlu diperhitungkan dan dilaksanakan setiap hari.

( AMALAN ) SETIAP MALAM BERSAMA SURAH AL MULK - Surah agung itu adalah surah al-Mulk. Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan pemilik sunan yang empat, dari Abu Hurairah: "Sesungguhnya surah yang berisi tiga puluh ayat ini akan memintakan syafaat bagi pemiliknya maka dia pun diberi ampunan." Dari Ibnu Abbas berkata, seorang laki-laki mendirikan kemah diatas kuburan yang tidak disadarinya. Lalu ia mendengar suara manusia tengah membaca surah al-Mulk hingga selesai. Lalu ia mendatangi Rasulullah saw. dan menceritakan kejadiannya: "Wahai Rasulullah, aku mendirikan kemah diatas sebuah kuburan, tapi saya tidak menyadari kalau itu adalah kuburan. Lalu saya mendengar suara seseorang tengah membaca surah al-Mulk hingga selesai. Rasulullah saw. bersabda, "Itu adalah penghalang yang akan menyelamatkan pemiliknya dari azab kubur." (HR Tirmidzi).

Dari Jabir bin Abdillah berkata, "Rasululullah tidak tidur pada malam hari sehingga dia membaca (Alif Laam Miim, Tanzil) dan (Tabaaraka Biyadihil Mulku)." (HR Tirmidzi).

Adalah Ibnu Abbas r.a. memberi pengajaran kepada seseorang dengan bertanya, "Maukah engkau aku hadiahi sebuah hadis?" Laki-laki tersebut menjawab, "Ya," Ibnu Abbas berkata, "Bacalah (tabaarakalladzi biyadihil mulku) dan ajarkanlah kepada keluargamu, semua anak-anakmu, bayi-bayimu, dan tetanggamu. Karena, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw. bersabda:"Aku suka kalau surah itu berada dalam hati setiap orang dari umatku."

Inilah surah yang diberkahi yang semestinya kita selalu membacanya. Kita lantunkan dengan lesan, kita perhatikan dengan hati dan kita ajarkan kepada anak-anak dan istri kita. Marilah kita baca surah tersebut pada setiap malam. Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla memberikan syafaatnya kepada kita lalu kita akan diselamatkan dari azab kubur dan kedahsyatan hari kiamat.

Tabaarakalladzii biyadihil mulku wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir (Maha Suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).

Biyadihil mulku (Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan).

Artinya, Allah memiliki kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dialah pemilik penciptaan dan perintah. Dialah yang memberi makan dan bukan yang diberi makan. Yang memberi balasan bukan yang diberi balasan; Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi sangat kokoh. Ditangan-Nyalah kerajaan setiap sesuatu. Pencipta segala sesuatu. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi yang dapat melemahkannya. Apabila Ia menghendaki sesuatu, ia berkata, "Kun" (jadilah), maka terjadilah.

Alladzii khalaqal mauta wal hayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa wa huwal 'aziizul ghafuur (Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun).

Allah menghinakan hamba-Nya dengan kematian, meskipun ia menjadi penguasa manusia, jabatannya telah memuncak; hartanya melimpah ruah; kekuatannya kokoh; dan umurnya panjang. Maka, akhirnya ia akan tetap mati. Ujung-ujungnya kehancuran dan ketidakadaan. Ruhnya dipisahkan dengan badannya. Dan setelah itu ia akan memasuki kehidupan yang kekal. Di dalamnya tidak ada tidur dan kematian. Apabila seorang tergolong ahli jannah, ia akan berada dalam kenikmatan yang kekal dan tidak akan hilang. Begitu pula bila ia tergolong penduduk neraka (na'udzubillahi min dzalik), maka sesungguhnya mereka: "Tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." "Di dalamnya mereka tidak mati, tidak juga hidup." Mereka akan berada dalam azab yang abadi, kekal selama-lamanya, dan tidak berubah.

Allah menciptkan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa di antara kita yang lebih baik amalnya. Tidak semua hamba Allah sama. Ada yang kafir, ada pula yang mukmin; ada yang baik, ada pula yang jahat. Allah SWT ingin menguji mereka siapa di antara mereka yang lebih baik amalnya. Yang paling ikhlas dan benar. Ikhlas adalah tidak meyekutukan Allah dengan sesuatu pun, sedangkan benar adalah sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh Rasulullah saw. Allah SWT berfirman, "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabnya, hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya."

Liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa wa huwal 'aziizul ghafuur (Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan, Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun).

Dialah Yang Maha Besar Lagi Mulia, Yang Ditaati dan Ditakuti. Bersamaan dengan itu Dia Maha Pengampun kepada siapa saja yang bermaksiat dan bertobat, kepada orang yang melampaui batas kemudian bertobat. Dan, Dialah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Pengampun.

Alladzii khalaqa sab'a samawaatin thibaaqaa maa taraa fi khalqir rahman min tafawut (Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang).

Hai orang musyrik; hai orang kafir; hai orang yang ragu-ragu; hai orang yang menentang Rasulullah saw.; hai orang yang kafir kepada agama-Nya! Lihatlah di atasmu; lihatlah ke langit-langit itu; lihatlah dengan saksama dan penuh perhatian! Bukan seperti penglihatan para binatang. Lihatlah ke langit-langit itu, apakah engkau mendapati sesuatu yang tidak seimbang? Apakah engkau mendapatinya berlubang, retak, dan lemah?

Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rab Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang, berselisih, ataupun kacau. Tidak, tetapi ia adalah langit yang sempurna, tebal dan kuat. Lihatlah kepadanya dan bandingkanlah keadaanmu dengan keadaannya.

"Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang. Ia memancarkan darinya mata air dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya."

"Maka, apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun. Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah)."

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. Dan, bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami)."

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit). dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami)."

"Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka, setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal,"

Marilah kita perhatikan langit yang berlapis-lapis ini, marilah kita perhatikan kebesaran ciptaan-Nya.
"Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat?"

Ia tidak memiliki tiang, bagaimana Allah meninggikannya? Bagaimana Allah menjadikannya kuat, tebal, dan sama. Yang di dalamnya tidak ada lubang dan retak. Inilah kekuasaan Allah Azza wa Jalla.

"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka, lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian, pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat, dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah."

"Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan," Qatadah r.a. berkata, "Allah menciptakan langit-langit dan di dalamnya terdapat bintang-bintang untuk tiga tabiat. Pertama, hiasan langit dunia. Kedua, alat-alat pelempar setan. Ketiga, tanda-tanda yang memberikan petunjuk, "Dan dengan bintang mereka mendapatkan petunjuk." Barangsiapa yang berbicara di luar itu, ia telah membebani dirinya dengan sesuatu yang tidak diketahuinya."

Barangsiapa yang berkeyakinan bahwa bintang-bintang memiliki pengaruh terhadap kejadian di dunia, bahwa hujan turun atau kekeringan terjadi, rezeki dibentangkan atau disempitkan karena pengaruh bintang tersebut, ia telah membebani dengan sesuatu yang tidak semestinya dan berkata atas nama Allah apa yang tidak diketahuinya.

"Dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala."

Yaitu para setan yang mencuri pendengaran dan menyesatkan para hamba. Mendorong mereka agar berbuat maksiat. Menganjurkakannya berbuat kejelekan, dan menghiasi kebatilan sehingga tampak indah. Menyuruh mereka berbuat munkar dan mencegahnya dari berbuat makruf serta menahannya untuk taat kepada Allah. Allah Azza wa Jalla telah menyiapkan untuk mereka ini neraka jahanam dan itulah sejelek-jelek tempat kembali. Siksa neraka yang menyala-nyala, yang diperuntukkan untuk setan jin dan manusia. Allah menyiapkan untuk mereka jahanam dan itulah sejelek-jelek tempat kembali.

"Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak."

"Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah."

Hampir bagian-bagian langit itu terputus dan terbagi karena besarnya kemarahan terhadap orang-orang yang kafir kepada Allah, menentang Rasulullah dan membunuh para wali-Nya. Neraka jahanam hampir-hampir pecah karena marah terhadap orang-orang kafir.

Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla membakar api neraka 1000 tahun sehingga memutih. Kemudian Allah membakarnya lagi 1000 tahun sehingga memerah. Kemudian Allah membakarnya 1000 tahun sehingga menghitam. Ia adalah hitam yang gelap"

Kullamaa Ulqiya Fiiha Faujun
"Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir)"
"Penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?"

Pertanyaan yang bernada menjelekkan dan mencela. Apakah belum pernah datang kepadamu (di dunia) seorang pemberi peringatan? Apakah belum pernah datang kepadamu seorang rasul? Apakah belum pernah datang kepadamu seorang yang mengingatkan dirimu? Orang yang menjelaskan syariat, agama, halal, dan haram kepadamu? Apakah belum pernah datang seorang pemberi peringatan kepadamu?

"Mereka menjawab: 'Benar ada, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakannya dan kami katakan: 'Allah tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar'."

Mereka menghadapi para utusan Allah dengan akhlak yang buruk dan tidak mempunyai rasa malu. "Kamu wahai para rasul, tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar. Kamu adalah oang yang tersesat dan menyimpang. Biarkanlah kami dan berhala yang kami sembah. Biarkanlah kami mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram. Kemudian setelah itu mereka mengakui bahwa dirinya bukanlah orang-orang yang berakal. Mereka tidaklah memiliki kemampuan untuk memisahkan antara yang jelek dengan yang baik.

"Dan mereka berkata: 'Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala."

"Orang-orang kafir dibawa ke neraka jahannam berombong-rombongan. Sehingga, apabila mereka sampai ke neraka itu, dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: 'Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab: 'Benar (telah datang).' Tetapi, telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. Dikatakan (kepada mereka): 'Masukilah ke pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya.' Maka, neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri."

Mereka mempersaksikan diri mereka sendiri bahwa mereka adalah tuli, buta, dan bisu. Mereka adalah orang-orang gila. Mereka tidak mendengarkan al-Haq. Tidak pula membicarakan al-Haq. Mereka tidak melihat petunjuk-petunjuknya.

"Mereka mengakui dosa mereka. Maka, kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala."

Adapun orang mukmin yang baik, yang saleh, mereka mengagungkan Allah dengan seagung-agungnya. Mereka mengetahui din dan syariat-Nya. Mereka menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram. Mereka tidak hanya takut kepada Allah ketika berada di tengah banyak orang, tetapi juga ketika sendirian, ketika dalam keadaan dhahir maupun bathin.

"Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Rabnya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar."

Orang yang takut kepada Rabnya, meskipun berada di tengah manusia, meskipun ketika sendirian, pintu terkunci dan tabir dibentangkan. Maka, bagi mereka pahala yang besar.

Rasulullah saw. bersabda, "Ada tujuh golongan yang berada dalam naungan Allah pada hari tidak ada nauangan, kecuali naungan-Nya."

Apakah yang menjadi pembagi yang ikut dalam tujuh golongan tersebut. Golongan yang berbahagia, golongan yang mendapatkan keutamaan itu? Tidak lain adalah Mereka yang takut kepada Rab-nya, sebagaiman tidak ada yang melihat kecuali hanya Dia; tidak ada yang mendengar kecuali hanya Dia; dan tidak ada yang mengamati kecuali hanya dia. Yaitu, "seorang laki-laki yang berzikir kepada Allah dalam kesendirian, kemudian bercucuran air matanya. Dan, seorang laki-laki yang dipanggil wanita yang cantik dan berkedudukan." Di sana tidak ada polisi yang mengawasinya. Tidak ada mata yang melihatnya. "Maka ia menjawab, "Sesungguhnya saya takut kepada Allah dan seorang laki-laki yang menyedekahkan hartanya kemudian ia menyembunyikannya." Laki-laki yang berurusan dengan Allah. Laki-laki yang tidak ingin riya' (dilihat orang) ataupun sum'ah (didengar orang). "Maka kemudian ia menyembunyikan sedekahnya itu, sehinggga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya." Ketujuh golongan ini adalah orang yang takut kepada Allah, yang tidak nampak oleh mereka. "Bagi mereka pahala yang besar."

Kemudian Rab kita Jalla Jalaaluhu mengancam manusia, semua manusia. "Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan), dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?"

Wahai Hamba Allah, janganlah engkau mengira, engkau hanya berurusan dengan manusia yang hanya bisa melihat yang dhahir. Janganlah engkau mengira engkau hanya berurusan dengan makhluk yang kemampuan dan wawasannya terbatas. Tidak, demi Allah, tetapi engkau berurusan dengan Rab Yang Maha Mengetahui Lagi Maha Bijaksana, Maha Halus Lagi Maha Mengetahui.

"Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi."
"Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati."

"Tidak ada tersembunyi dari-Nya seberat zarrah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi, dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar."

Ketahuilah dengan yakin bahwa yang tersembunyi di sisi Allah nampak jelas. Sesuatu yang engkau rahasiakan dan sembunyikan, maka di sisi Allah nampak jelas dan terang.

"(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat, masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan."

Install Quran


Tahu ga? Jika Al Qur’an itu adalah obat & rahmat … dengan kita hafalin, maka seakan-akan kita nelen Qur’an. Kita campur langsung sama darah dan daging kita.
al-quran-4
1 hari 1 ayat. Ngafal ayat sambil lihat-lihat artinya. Kalau tiap hari nambah 1 ayat, 1 tahun bisa 3 juz. 1 ayat itu waktu ngafalnya bisa tiap waktu shalat fardhu. Dicicil. Enteng dah.
Bayangin ya. 1 ayat ngafalnya di 5 waktu shalat. Dan cara ngafalnya juga jangan langsung ngafal. Baca aja yang banyak. 1 ayat, 40 kali baca dah.
40 kali baca … untuk 1ayat tuh nggak lama juga. Apalagi waktu bacanya juga di 5 waktu shalat wajib. Bisa dibagi-bagi, misalnya 10 kali baca setiap habis shalat 5 waktu. Kalau 20x bacanya, totalnya bisa 100 kali baca per ayat tuh. Bisa kuat hafalannya.
Tapi yaaah, ini soal hidayah & kehendak Allah sih. Makanya DOA dah. Supaya Allah berkehendak menjadiin kawan-kawan semua, beserta anak dan keluarga sebagai penghafal Qur’an.
Saya tuh pagi, siang, sore, malam, berdoa agar diri dan keluarga bisa jadi penghafal Qur’an. Dan juga agar bisa jadi wasilah bagi Indonesia serta dunia bisa hafal, paham dan ngamalin Qur’an. Doa yang saya panjatkan lumayan bertahun-tahun. Sampe sekarang gak berhenti, mau saya baca terus. Hasilnya? Luar biasa doa itu. Berasa koq … Indonesia sekarang familiar sama tahfidz. Mudah-mudahan kehadiran saya bisa melengkapi dakwah Qur’annya kawan-kawan dan senior-senior. Luar biasanya, sebab doa dan doa, anak-anak makin ke sini semakin banyak yang mau ngafal.
Maka, coba deh DOA, doa pagi siang sore malam. Saban-saban habis shalat fardhu dan sunnah, doa lagi, supaya diizinkan betul sama Allah. Biar tergerak dan ada kemudahan. Jangan bilang lagi cuma doa ya, he he he … tar dibilangnya cuma doa. Ya tetap gerak lah. Cuma, gerakan yg dah dibimbing Allah, efek dari doa.
Sungguh-sungguhlah dalam berdoa untuk bisa mencintai Qur’an. Supaya bisa punya anak-anak dan keluarga haafidz haafidzah. Sesering dan serajin serajin mungkin doanya. Doalah untuk Qur’an, kayak doa minta jodoh, kerja, modal, lunas utang, duit, dan lain-lain perkara dunia. Sedang untuk dunia pun kalau diminta ya dikasih kan? Apalagi doanya untuk Quran.
Terus coba jajal sedekah. Sedekahnya diikuti dengan doa agar fadhilah sedekah bisa berbuah hidayah dan kemudahan Allah untuk diri, anak dan keluarga bisa hafal Qur’an. Makanya saya ngajak kawan-kawan untuk ikut donasi masjid tahfidz. Kenapa coba? Supaya ada sambungannya dengan doa & ikhtiar dalam menghafal dan belajar Qur’an.
Ok ya … 1 hari 1ayat. One Day One Ayat. Ayat dan artinya. Dari pagi sampai dengan mau tidur, masa seayat aja ga hafal? iya kan? kalo beneran terjadi ga hafal, adalah karena ga nyempetin. Apalagi 1 ayat itu, bener-bener ga usah dihafal, dibaca aja sebelum dan sesudah shalat fardhu … baca 10 kali, maka total sehari 50 kali baca. Kalo 20 kali? 100 kali total baca per ayatnya. Bila kawan-kawan baca 100 kali baca per ayat, maka MaasyaaAllah, kuat banget dah hafalannya. itu mah ga usah ngafal, kehafal dg sendirinya. Sambil baca, sambil mata liat2 posisi atau letak ayat. Mata, liatnya, melekat. Ngafal dg bantuan mata juga. Tambah hafal dah.
Syukur-syukur dipake dalam shalat … dan, dengan sambil liat juga terjemahnya, ngafal jd nikmat. Asli. Kayak ngobrol sama Allah koq.
Buat yang ga bisa baca, atau buta matanya, minta dibacakan saja. Konsep ini, bs dipake u tahfidz anak. Sambil nemenin anak, bacain aja. Bacain anak, kalo cuma 1x, ya ga bakalan hafal. sambil anak maen, bacain 10, 20, sd 100x, maka anak sama ayah ibunya, otomatis hafal koq.
Jumlah banyaknya baca, di mana saya nyebut sampe 100 tadi, itu kan 1 hari. Bukan 1x duduk, dibagi 5 waktu. Enteng banget … kecuali ga dapat hidayah.
Tahu ga? Jika al Qur’an itu adalah obat & rahmat … dengan kita hafalin, maka seakan-akan kita nelen Qur’an. Kita campur langsung sama darah dan daging kita. Begitu juga ketika anak & keluarga ikut tahfidz, maka Al Qur’an menyatu sama darah dan dagingnya, juga di hati dan pikirannya. Obat dan rahmatnya Al Qur’an tidak lagi di kertas … tapi udah nyatu sama diri kita, dirinya anak-anak dan keluarga. Kayak HP, ga lagi kosong, dah diinstall program. Yup, ibarat gadget/HP, diri kita pun kita install di dlmnya Qur’an. MaasyaaAllah kan? Subhaanallaah. Kereeen …
Jika kita sempet untuk selain Qur’an … jika otak muat untuk ilmu-ilmu dan informasi selain Qur’an … tentu buat Qur’an harusnya lebih lagi …
Ok. Ok. Tulisan saya ini dibaca lagi ya dari awal. Baca pelan-pelan … biar kesentuh hidayah juga. Masa taonan hidup, tapi ga bertambah ayat yang dihafal.
Bismillaah dah … 1 hari 1ayat. Atau seperti di pengajian istiqlal tempo hari, 1 hari 1 baris. 15 hari, 1 lembar kelar. 1 juz berapa? 20 lembar. 1 tahun 1juz dah.
Juz ‘amma, 271 baris. itu blm dipotong yang dah kita hafal kayak Al Ikhlas dan lain-lain. Anggap dah 200 baris. cuma 200 hari tuh jika 1 hari 1 baris. Sedaaap …
200 hari itu itu hanya 5 bulanan. kalo 1 hari 5 baris? 40 hari kelar. kejar aja.
satu lagi…
Setiap nambah bacaan (bacaan loh ya. bukan hafalan), bertambah pula rizki loh. Asli. Hidup saya berubah drastis setelah ngedeketin Qur’an. Padahal program kita tadi kan kita bacanya bukan 1 kali. Tapi 20 kali, 40 kali, bahkan 100 kali baca per ayat per hari. Berapa tuh rizki yang bakal kebuka. Coba dah … Biar hidup berubah juga …
Bismillaah ya … saya doain kawan-kawan semua, juga anak-anaknya dan keluarganya agar bs diizinkan Allah untuk ngafal. Bacain tulisan ini ke keluarga & kawan-kawan yang lain. Barangkali ada yg tergerak ngafal, maka bacaan mereka, dan juga di setiap ayat yang meraka baca, kita dapat pahalanya. Kalo banyak yang tergerak? Allahu Akbar dah.
Salam hormat dari saya, Yusuf Mansur, kawan yag banyak salahnya, kawan yang banyak candanya yang kadang ga penting,  kawan yang kadang ngeselin … mhn maaf lahir batin …
Oh ya … Untuk muroja’ah, siapin aja salah satu waktu shalat untuk muroja’ah. Bisa sebelum tidur, bisa pas tahajjud, atau bisa juga pas perjalanan … pepinter-pinternya kawan-kawan aja. Sebaik-baik muroja’ah dipake di dalam shalat. Bila laki-laki, jadi imam aja. Pake bacaan yang dihafal. Bisa juga ditulis dengan penulisan yang sama dengan aslinya. Atau muroja’ah dengan jadi guru/mitra/partner bagi yang lain. Kalau bisa, ngafal cari temen. Suami dengan istri, Kakak dengan adik, kawan dengan kawannya … gitu …
Ingat ya … sesuatu yg nyenengin & ngegedein hati adalah, setiap huruf yang dibaca, apalagi dihafal, jadi rizki banget-banget. Labih dari ngumpulin uang dan emas.
Ok dah …
Ok melulu nih … he he he …. Sampe ketemu Tanggal 25 Oktober ya … WISUDA AKBAR ke-5 di GBK. Berapapun hafalannya, hadir … beli tiketnya, he he …